Incubus Tetap Diterima Seiring Pertambahan Usia

Posted: 26 Juli 2011 in News, Uncategorized
Tag:
 
Band asal Calabasas, California yaitu Incubus terbilang sudah cukup senior. Band ini pertama kali dibentuk pada tahun 1991 lalu oleh sang vokalis yaitu Brandon Boyd. Sekian lama malang melintang di belantika musik, mereka sadar bahwa pertambahan usia adalah suatu yang tak bisa dihindari.”Saya pikir itulah tantangannya, saat kita udah mulai tua. Karena semua orang pasti akan mengalaminya. Bagaimana kita bisa bermusik dan diterima. Dan kita merasa kalau musik adalah hidup kami, itu yang bisa membuat kami tetap bertahan,” ucap drummer Incubus, Jose Passilas kala menjalani sesi roundtable di Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jaksel (25/7)
Para personel Incubus pun total dalam bermusik. Mereka tidak peduli waktu untuk bermusik. “Gak tau, karena saya mainin musik setiap saat. Bangun tidur, kadang langsung pegang gitar,” ucap Chris Kilmore.
Namun Incubus tampak kesulitan menjawab pertanyaan mengenai visi misi dan hidup mereka. Mereka merasa beruntung karena bisa terus bermusik.
“Ini pertanyaan yang sulit. Saya gak tau ya. Ini seperti bagaimana saya mendeskripsikan diri saya sendiri, tentunya akan sangat subjektif, bukan objektif,” ucap Jose. “Yang pasti kami merasa sangat beruntung, itu aja, tak tau gimana mendeskripsikannya,” tambah Chris Kilmore.
 Grup band Incubus menghadirkan suatu yang berbeda lewat album terbaru mereka yang berjudul IF NOT NOW, WHEN?. Mereka pun tidak memerlukan satu penjelasan dari musik mereka yang berbeda ini.”Kami sih hanya menuangkan apa yang ada aja. Sebagai snapshoot dari apa yang kami lalui. Gak perlu banyak penjelasan,” kata Jose Pasilas (drummer) ditemui saat roundtable di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/07).
Incubus tidak membatasi kreativitas yang mereka miliki. Band ini melakukan apa yang mereka suka dalam mengeksplorasi musik. Tak ada paksaan dalam bermusik. Demikian dalam penggarapan album studio yang memakan waktu satu bulan tersebut.
“Kami melakukan apa yang kami pengen lakukan. Biarpun musiknya lebih keras atau malah sebaliknya,” ucap Jose Pasilas. “(Pengerjaan album) sekitar 30 hari di studio, kami jadi belajar banyak tentang berbagai hal,” ucap Chris Killmore.  
source : kapanlagi.com
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s